Rabu, 26 September 2012

Tips & Trik Fotografi




1. Teruslah Memotret
Motret sebanyaknya saja. Dengan kamera digital nggak ada ruginya sama sekali, tinggal seleksi hasilnya, yang jeleknya dihapus, yang bagusnya dipindahin ke harddisk.
Ambil dari berbagai sisi, angle, jarak, mungkin dengan diafragma dan lensa yang berbeda. Lama-kelamaan anda akan tahu mana angle terbaik anda, dan angle mana yang terbaik untuk suatu object tertentu. Feel-nya akan terasah.
Pekalah terhadap moment yang nggak mungkin terjadi lagi.
Untuk object yang kemungkinan bergerak, bergerak-gerik atau bergerak-gerak bisa menggunakan continuous mode.

2. Sudut Pandang yang Gak Biasa
Orang sudah biasa melihat bunga. Foto bunga akan terasa biasa saja kalau difoto secara biasa saja. Maka untuk membuat foto bunga yang lebih menarik, cari sudut yang berbeda, pencahayaan, kedalaman, dan komposisi yang unik juga. Menemukan posisi yang unik yang menghasilkan gambar yang tak biasajuga pengalaman yang mengesankan, apalagi posisi tersebut sulit diulang oleh orang lain. Seperti memotret pesawat yang sedang tinggal landas dan posisi anda berada di ujung landasan pacu. Fotografer NG kadang harus menunggu 3 bulan di Margasatwa Africa untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
3. Siap Siaga
Moment bisa saja terjadi tiba-tiba, bisa juga bisa diprediksi. Maka diperlukan kesiapan mental dan alat anda untuk bisa memotretnya. Apakah fokusnya sudah disiapkan dulu, ataukah moncong kamera sudah diarahkan ke arah posisi di mana kemungkinan moment bisa terjadi, seperti memotret senja, pastinya moncong diarahkan ke tempat matahari tenggelam. Perhitungkan juga waktu Delay Kamera. Kamera Pocket biasanya waktu Delaynya lama, sehingga sering kehilangan MOMENT. Untuk Candid acara perkawinan disarankan pakai Kamera jens SLR atau DSLR, jangan Pocket.
Pada foto di atas, saya sudah menyiapkan fokus dan arah kamera ke depannya bunga, begitu kumbang mendekat bunga langsung tembak! Meski tidak sesedarhana itu, karena harus menunggu kumbang yang belum tentu datang ke bunga itu. Jadi butuh kesabaran juga. Motret juga harus memperhitungkan waktu atau musim. Motret kupu-kupu, pagi banget ketika kupu-kupu masih ngatuk, atau agak siangan ketika mereka istirahat. Motret senja sebaiknya musim kemarau, dan sangat bagus kalau pada saat siangnya sangat panas. Jadi kalo pas kemarau ketemu siang yang sangat panas, bersiaplah untuk memetik senja nan indah!
4. Peralatan Sesuai dengan Kebutuhan
Apakah kita akan membawa semua peralatan yang kita punya untuk sebuah hunting/pemotretan? Tentu kita akan kelelahan sebelum pemotretan dimulai, kecuali kita punya caddy. Atau kecuali alat kita, ya cuma satu set itu. Untuk landscape, tripod adalah peralatan wajib. Sedangkan dalam candid di acara perkawinan, justru sebaliknya.
5. Fokus pada suatu Objek
Kadang moment unik suatu subject terjadi manakala kita sedang fokus ke subject tersebut. Sebab ketika kita sedang fokus ke sebuah subject, semua moment, aspek dan detail subject akan nampak kepada kita.
Karenanya penting untuk memfokuskan diri pada sebuah subject ketika kita berburu, dengan demikian kita akan menemukan banyak hal tentang subject… tersebut, sebab indera dan jiwa kita menjadi lebih peka.
Ketika saya sedang berburu awan, saya menemukan komposisi awan yang sejajar dengan kabel listrik:
Ketika saya sedang berburu dengan macro, saya menemukan dua satwa yang sedang bercengkrama:
6. Tiga Kunci Foto Bagus
Foto bagus adalah foto yang menyampaikan pesan secara jelas dan menarik. Untuk menciptakannya, miliki 3 kunci rahasia berikut:
Bagusnya SUBJECT
Bagusnya KOMPOSISI
Bagusnya PENCAHAYAAN

jika anda menggunakannya, dijamin foto anda bagus
7. Moment Fotografi
Salah satu pengertian momen adalah a time of excellence. Pada fotografi di mana subject, komposisi atau pencahayaan berubah secara waktu, maka sebuah momen fotografi bisa terjadi. Momen fotografi adalah saat di mana subject, komposisi dan pencahayaan pada keadaan terbaiknya dan dalam keseimbangan yang sempurna. Decisive Moment.
8. Memilih Subjek
Subject foto adalah subject pesan yang ingin disampaikan oleh fotografer.
Seperti dalam sebuah surat, subject atau perihal,
adalah pesan itu sendiri. Kadang-kadang subject ditulis secara verbal, misalnya: pernyataan cinta,
kadang secara abstrak, misalnya dengan sampul pink bergambar love,
kadang secara posisi perangko.
Memilih subject bisa menjadi 3 kejadian:
- subject sudah ditentukan oleh pemberi order atau panitia lomba
- subject ditentukan fotografer sebelum berangkat hunting
- subject ditentukan mendadak ketika ketemu object yg akan difoto
Kadang-kadang kita memotret object yang bagus,
tetapi hasilnya tidak memuaskan, salah satu penyebabnya adalah
kita tidak menetapkan subject ketika memotretnya.
Asal jepret, tidak mempertimbangkan subject,
berarti menyepelekan peranan otak dan hati.
Hasilnya pun akan disepelekan oleh otak dan hati.
Setelah subject dipilih dipilih, barulah pekerjaan komposisi …
9. Komposisi
Komposisi yang bagus meliputi aspek2 :
kesederhanaan
keserasian
keseimbangan
kesatuan
keleluasaan
pergerakan
kenyamanan
keunikan
KESEDERHANAAN
kalau masih ada bagian dalam foto yang tidak perlu atau tidak mendukung subject maka bisa disederhanakan
perhatikan background, sederhana tidaknya foto kerap kali ditentukan background-nya
hanya ada satu object dominan, atau satu warna dominan, atau satu bentuk dominan, atau satu hal lainnya, adalah sebuah penyederhanaan
menentukan sebuah POI (point of interest) adalah pendekatan kita untuk mencapai keserhanaan
Keep It Sweet & Simple
KESERASIAN
serasi dalam bentuk, serasi dalam warna, serasi dalam ukuran, serasi dalam posisi
acuannya adalah POI, jika elemen lain memperkuat POI, bisa dibilang serasi
KESEIMBANGAN
Posisikan POI secara tepat untuk mencapai keseimbangan gambar
Gunakan aturan sepertiga “The Rule of Third” …
[Image: fig1.gif]
aturan sepertiga … posisikan POI pada salah satu persilangan tersebut
Jumlah objek atau sub objek usahakan ganjil
KESATUAN
hanya ada satu pesan kuat yang muncul dari foto, karena semua elemen foto bersatu dalam pernyataan subject

KENYAMANAN
jangan letakkan POI tepat di tengah-tengah, istilahnya dead center.
jangan ada garis horisontal melintang di tengah foto, usahakan garis membentuk diagonal atau kurva
horison harus horisontal, jangan miring, kalo mau moto miring, jangan sertakan horison
letakkan POI di atas atau di bawah garis horison, jangan memotong
KELELUASAAN
berikan ruang di sekitar POI untuk relaksasi mata sesudah melakukan pengamatan terhadap sebuah objek tersebut
jadi usahakan objek di sekitar POI sangat sederhana atau polos
jangan menaruh POI atau objek lain yang bisa memancing perhatian terlalu di pinggir, berikan ruang untuk memulai atau mengakhiri pandangan
kalau ada objek-objek yang berdekatan, berilah jarak di antaranya, atau buatlah overlap …
PERGERAKAN
gerakkan pandangan mata penikmat foto melalui penyajian garis dan perspektif, atau melalui gradasi warna atau cahaya
pada titik berat foto, berikan kedalaman atau tuntun keluar dari titik tersebut
KEUNIKAN
Tidak ada foto yang sama. Maka jangan takut memotret object yang sama. Karena mungkin saja kita menciptakan foto yang lebih bagus.
Setiap pergeseran posisi kita dalam memotret meski hanya satu inchi bisa menghasilkan perbedaan significant.
Banyak faktor yang membuat foto berbeda: sudut pengambilan (angle), angle view (wide angle atau sebaliknya), zoom atau mendekati object, vertikal atau horisontal atau diagonal, arah cahaya, waktu, kesehatan kita, dsb.
sumber :http://www.kikil.org/forum/Thread-tips-trik-memotret

Tidak ada komentar:

Posting Komentar